hanya satu kata : untukMu!


Bismillah, bedah buku yang awalnya adalah obrolan ala warung kopi antara saya dan mas bernard, yang kemudian sampai saat ini … perjalanan yang dimulai dari tahun 2009, saat saya dan beliau masih di TDA Semarang.
———–

Edisi Mei 2012 buku yang akan di bedah adalah Brandmate, mengubah just friends menjadi soulmates’. acara bedah buku ini akan dilakukan pada hari jumat pekan ke tiga, tepatnya adalah tanggal 18 Mei 2012. dimulai setelah sholat Maghrib.

mungkin perlu saya review sedikit mengenai buku ini. Buku yang dikarang oleh Amalia E. Maulana, Ph.D, seorang Penulis yang meraih gelar Ph.D. dari School of Marketing, University of New South Wales, Australia ini, sekaligus pendiri dan direktur dari Etnomark Consulting, sebuah perusahaan konsultan ‘branding’ yang menangani brand audit dan knowledge building. Bu Amalia ini menuliskan seluruh proses terjadinya branding. suatu hal yang dianggap sangat sulit oleh para ‘pejuang pemasaran’. ini bisa kita simak dari judul bab per bab di dalam buku ini . Bab pertama di mulai dengan Brand Transformation, dilanjutkan dengan Building a Strong Brand, lalu Brand adalah Janji, Customer Pain Point, Customer Value Management, Brand Audit, dan I-Brand: The CEO of Me Inc. bisa jadi kelebihan dari buku ini sebenarnya terletak pada suguhan konseptual bagaimana itu menjadi tujuan pokoknya.

Banyak pembelajaran tentang branding yang dapat diperoleh dengan membaca buku ini. Penulis menekankan bahwa branding bukan semata tentang iklan, logo, slogan atau event yang cenderung fokus pada kegiatan external branding. begitu juga dengan menjadikan brand sebagai “teman sejati” maka konsumen otomatis akan menjadi barikade yang membela brand saat mengalami krisis. dan masih banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini, makanya datang yuk ke acara bedah buku, tempatnya ada di Petraya Building (Bee Inspiring) Jl. Jeruk IV Semarang. saya tunggu ya di TKP.



View Larger Map

Rute :
Naik Mobil/ Motor
1. Dari Simpang Lima, menuju jalan Gajahmada, lurus ada bang jo (lampu trafik light)  ke tiga (Toko Bata) Belok Kiri – masuk Jalan Depok- lurus kiri jalan RM. Padang Plus Semarang

Naik Bus Umum

1. Dari Terminal Banyumanik
Naik Bus Jurusan Terboyo yang melewati  Jl. Pemuda  Turun di PLN Bojong, Jalan Kaki/ Becak ke Jalan Depok

2. Dari Terminal Terboyo
Naik Bus Jurusan Pudak Payung/ Ungaran yang melewati  Jl. Pemuda) Turun di Mall Paragon/ Pertamina. Jalan Kaki/ Naik Becak ke Jalan Depok


entah beberapa bulan ini saya senang dengan kata ‘sukses’. dan saat ini, kepala saya masih digelayuti the billioner, the secret of TOP, film dari thailand yang bercerita tentang kisah nyata seorang anak muda, dengan penghasilan 40 milyar hanya berjualan rumput laut, hanya? coba renungkan …

saya fikir jika kalimat hanya berhenti di satu sisi, maka wowww … dan banyak orang yang bisa melakukannya … tapi ada beberapa hal yang bisa saya share kepada anda semua tentang apa yang bisa saya fahami , hanya dari sebuah film ini ..

1. Totalitas. ketekunan dan semangatnya telah bercampur menjadi satu ramuan yaitu fokus dan total dalam mengerjakan bisnisnya. bahkan pendidikan yang nyata-nyata membawa kebaikan padanya, rela beliau tinggalkan hanya mengejar ‘bagaimana pelanggan senang dengan dagangannya’. waktu kencan pun lebih banyak digunakan untuk belajar bisnis ketimbang jurus rayuan gombal …

 

2. ACTION, alias melakukan dan terjun langsung ke lapangan. si TOP melakukan apa yang menurut dia bisa membangun bisnisnya, mulai dari panggul bahan, searching bahan baku, pemasaran … dan ini juga berdampak terhadap karir cintanya, berpisah dengan keluarganya, bahkan untuk menemukan resep ‘rumput lautnya’  saya masih ingat, dia pun melakukannya sendiri.

 

namun yang saya benar2 senang dengan film ini adalah 1.  naluri ‘menangkap’ peluang dan berani mencoba melakukannya dengan segera. 2. kemampuan negosiasinya yang luar biasa. bisa membawa mesin penggiling kacang tanpa uang cash. bagaimana mau cash, makan saja minta … hihihihi .. oke guys .. saya fikir si TOP saja bisa melakukannya dengan baik, setidaknya kita bisa mengikuti jejaknya … menjadi sukses tak harus menunggu lulus sekolah (karena si TOP sudah belajar bisnis saat usia SMA) bahkan ketika kulian drop out. sukses juga bukan karena warisan (si TOP malah ditingali hutang 40 milyar sama bokapnya) dan jangan menyerah hanya karena nggak ada yang mendukung … so… saya sudahi tulisan saya hari ini, seperti judul sebuah buku, jika anda pikir bisa maka andapun bisa … :) Read the rest of this entry »


sebenarnya saya mau kasih judul rahasia sukses Rasulullah, namun urung saya lakukan sebab, saya sendiri baru banyak belajar tentang rahasia-rahasia kesuksesan orang lain. namun kemudian saya tergelitik dengan satu etape dimana seorang Muhammad diangkat menjadi rasul di gua hira’. ingatkah percaakapan beliau dengan sang pembawa wahyu, Jibril A.S?

ya, saat Rasulullah mendapatkan wahyu pertama berupa perintah ‘IQRA’ maka dengan santun Sang Nabi hanya berkata “saya tidak bisa membaca” dan jawaban ini selalu diulang hingga 3 kali.

jawaban polos dan jujur tidak bisa membaca, bisa pula dimaknai bahwa kehidupan baru beliau sebagai Rasul belum lah beliau kuasai, tidak tahu apa-apa. apa yang harus dibaca, apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbuat. jawaban yang paling cerdas, saya tidak bisa membaca … dan tentu kita semua tahu, Jibril lalu membimbingnya untuk menerima wahyu yang pertama ini …

Dalam dunia apapun, termasuk ketika kita mau mengerjakan sesuatu, taruhlah bisnis, mestinya kita juga berlagak, menduplikasi gaya Rasulullah, jika memang kita belum expert alias ahli di bidang tersebut. langkah yang paling mudah dan aman adalah kosongkan rasa tahu kita dan mulailah dengan ilmu ‘bertanya’. ingat dengan peribahasa malu bertanya sesat dijalan? kurang lebihnya begitu dampak dari kemauan dan kemampuan untuk selalu bertanya …

saat merintis bisnis saya di produksi tas spunbond, saya melakukan riset bertanya kesana kemari, study lapangan sampai kudus, sampai searching bahan, dan tahukah siapa narasumbernya? ada tukang parkir, penjaga toko dan kompetitor …

oke selamat bertanya kepada siapapun, yang referensinya bisa kita gunakan untuk belajar kita, why not … piye jal?

Rekam Jejak 2011


Alhamdulillah, saya bisa menyentuh blog ini. barangkali kepenatan diri dalam mengarungi dan menyelami waktu-lah sebab kemalasan ini terjadi. tapi, bukankah menyesal selalu terjadi saat semua sudah usai? untungnya .. saya masih bisa melakukannya meski harus tertatih mengeja setiap kata, yang merapat menorehkan sejarah sepanjang tahun 2011 ini.

tahun 2011 bukanlah hal baru, yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 2011 masih saja menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. tahun 2011 tetaplah menjadi teka-teki, yang sampai detik ini tetaplah sebuah misteri. kenangan yang terpatri selama 2011 adalah pengalaman dan etape sejarah yang menyelimuti setiap diri, diminta atau tidak … 2011 tetaplah menjadi dirinya sendiri … dan saya, menatapnya sebagai masa lalu yang tak pernah kembali ..

————————————

sepanjang garis 2011 momen yang tak terlupa adalah momen anak pertamaku  memasuki dunia sekolah. itulah tonggak yang terpancang untuk masa depannya, dan tentu saja diriku secara tidak langsung.

momen kedua adalah bergabungnya shaffna comp dengan VPN menjadi satu bahtera bisnis baru bernama AITI Technologi yang menelurkan  salon it, servis  laptop bernuansa kafe. ini adalah tonggak sejarah terbukanya unit bisnis sebagai penopang ekonomi.

momen ketiga adalah resolusi teman2 TDA Semaraang untuk go 5 milyard di tahun 2013.

tahun  ini juga saya terlibat di Muhammadiyah.

tahun 2011 adalah memberi hadiah istri saya sepeda motor spin,  mudah2an bisa.

pada tahun ini, adik lak-laki saya menikah dan seterusnya …

 

tetapi yang paling saya senangi di tahun 2011 ini adalah keberadaan saya yang sedikit banyak telah mewarnai dunia ini dengan apa yang bisa saya lakukan, dengan satu pertimbangan membawa manfaat. apakah saya puas? tentu saja tidak.

———————————–

tahun 2012 segera hadir. semua team saya siapkan agar harapan bisa tercapai dengan baik. salah satunya harapan saya adalah bisa go nasional … doakan ya … Read the rest of this entry »

Perangkat Menumbuhkan Iman


Apa yang akan anda lakukan jika iman anda sedang turun?

dalam diskusi saya dengan salah satu motivator spiritual Bapak Novel Abdul Latief, banyak sekali perangkat untuk menumbuhkan iman di dada. tetapi situasi para sahabat Rasulullah SAW ketika mereka ingin mempertebal keimanan mereka adalah dengan melakukan safar (perjalanan) untuk berdakwah.

bertatap muka dengan para kolega akan menjadi penumbuh ilmu , sedangkan untuk mempertebal iman cara paling praktis adalah mengaplikasikan ilmu dalam kerangka dakwah di luar ‘kekuasaan’ daerahnya. artinya melakukan perjalanan untuk menyampaikan dakwah.

ini pula yang kemarin saya ‘test’. sebelum Ramadhan tiba saya mengiyakan untuk mengisi training (trancedental motivatiob training-F1) di Pemalang. selain karena kangen dengan dunia per trainingan, saya ingin mempersiapkan diri mengawali puasa di negeri orang. hasilnya (parameter) ke imanan saya menebal. saya merasakan keagungan Allah … setiap detik saya menikmatinya sebagai ‘karunia’ yang luar biasa. mudah-mudahan Allah senantiasa menjaga hati saya seperti ini. amin

jika anda ingin menikmati perjalanan spiritual ini, lakukanlah dakwah di luar daerah anda …

 


siapa sih yang tidak ingin kaya? yang sudah kaya saja tetap menghendaki kekayaan. hanya saja cara memandang kekayaan itu yang menjadi pembeda bagi setiap orang. ada yang membuat takaran untuk menjadi kaya, seperti harus punya mobil. ada juga yang hanya berbesar hati, lantas dia disebuat orang kaya, kaya hati.

secara definisi, kaya berafiliasi terhadap nilai materi. jika demikian, maka kekayaan dalam tulisan ini adalah menjadi kaya dengan materi berlimpah. lantas apa saja yang bisa kita perankan agar kekayaan datang kepada kita?

ada banyak literatur, termauk hadits Rasulullah yang memberikan resep manjur menjadi kaya. begitu pula dengan teori bisnis modern. saya hanya merangkumnya untuk pembaca setia 2 hal, yaitu :

a. jika ingin mendapat lebih, berbagilah
b. jika ingin meminta lebih, memberilah

dua key word di atas, berbagi dan memberi adalah satu pilihan sikap untuk mendapatkan segala sesuatu yang lebih baik. berbagilah segala sesuatu yang sudah kita punya untuk mendapatkan yang tidak kita punya. memberilah apa yang sangat kita suka untuk mendapatkan hadiah tidak terduga yang jauh lebih berharga. kunci-kunci inilah yang selalu dipegang oleh orang-orang sukses, yang terdahulu, sekarang maupun yang akan datang.
masih menghendaki kekayaan? mulailah dari sekarang untuk memberi dan berbagi. selebihnya biar Tuhan yang bekerja untuk kita.


apakah anda pernah menjadi bagian dari kelompok pengajian yang digunjingkan di TV? atau anda pernah terlibat dengan kelompok pengajian salah satu parpol di negeri ini? ataukah anda pernah bergabung dengan salah satu kajian keislaman yang di dalamnya berkumpul orang-orang pemelihara jenggot dan celana diatas mata kaki? apa yang anda temukan?

mungkin beda materi yang dikaji. tetapi dari mereka terdapat kesamaan, yaitu ‘rasa bangga’ atas harakah nya dan menjadikan harakahnya sebagai satu-satunya jalan kebenaran untuk menuju Islam kaffah.
bisa jadi pernyataan itu benar, Jika kebanggaan itu bukan bermakna mengkafirkan orang lain/ harakah lain. jika kebanggaan yang dimaksud adalah bahwa manhaj yang dipilihnya adalah satu-satunya manhaj yang paling benar di antara manhaj orang lain, jelas menjadi musyrik. inilah yang Al-Quran menyebut mereka sebagai pemecah belah umat.

saya tidak ingin memperpanjang masalah ini, namun ada satu hal yang membuat saya termenung adalah bagaimana menjadikan Islam sebagai way of life? sebagai jalan hidup yang dampaknya menjadi kultur? rahmatan lil alamin yang ingin disampaikan Islam melalui kita, muslimin, bagaimanakah wujudnya? jika kita dalam bermanhaj akhirnya berfirqah-firqah. berkelompok dan menyudutkan kelompok lain. kebanggaan yang semestinya kita hancurkan dan kita timbun dengan lantang : isyhaduuu bianna muslimuuunnn. bukan isyhadu bianna …..*salafiyuuun * Tarbiyuunnn * NII dll.

selain di atas, ini juga yang menjadi ganjalan saya selama ini dalam memahami rahmatan lil alamin, yaitu : Islam itu ritual, Islam itu bagian para kyai, para ustadz, Islam itu hanya dimensi sosial, Islam itu dimenasi politik, Islam itu ngebom, Islam itu ekonomi …
katakanlah saudaraku …
apakah Islam itu??????

Isyhaduu Bianna Muslimuuuunnnn. saksikan Islam itu aku! Akulah implementasi dari Islam itu. akulah rahmat itu. akulah yang menjadi solusi bagi negeri ini. akulah Islam, penebar kasih sayang, penuh damai dan pertolongan.

nafas-nafas kita adalah Islam
Kerdipan mata kita adalah Islam
Tangan dan jemari kita adalah Islam
Kaki kita yang melangkah adalah Islam,
Otak kita adalah Islam
semua indrawi kita adalah Islam?
semuanya menuju kepasrakahan (Islam) dan keselamatan (Islam) agama Islam.
bayangkahlah bagaimana Tuhanmu memberi salam … salaaamun alaikum ..

benarkah hari ini mata kita ber Islam?
benarkah nafas-nafas kita Ber-Islam?
seluruh indrawi kita ber Islam?

jangan-jangan Islam kita hanya saat sholat, saat puasa, saat kita dihadapan Al-Quran?

“Rabbi, ampuni kami, pahamkanlah kami dengan dien Mu. jadikan kami hamba-hamba-Mu yang bertaubat. berilah kami Kekuatan dan kemauan untuk menjadi pribadi yang sholih, pribadi yang Engkau ridlo, dan kamipun ridlo. amin”


saya bukanlah seorang pakar marketing seperti halnya Pak Hermawan Kertajaya. saya juga bukan seorang coach bisnis hebat yang selalu memberikan instruksi perihal marketing. tetapi saya mencoba membagi CARA OPTIMALISASI MARKETING versi saya.
apa yang membuat anda tertarik untuk membeli suatu produk? kebanyakan, dan salah satunya adalah saya, memutuskan membeli sesuatu biasanya disebabkan :
1. saya MEMBUTUHKAN produk tersebut
2. saya KEPINCUT dengan promo yang diajukan, meskipun saya lagi tidak mood, mau diapain produk itu. asal kantong masih ada duitnya, okelah kenapa tidak dicoba.
3. Kepepet beli sebab, atas dorongan dan paksaan dari lingkungan saya untuk membelinya, misalnya anak-anak dan istri saya. he he he (bukan berarti saya menjadi barisan suami takut istri) …

3 hal di atas adalah kondisi mengapa saya harus membeli suatu produk. lalu bagaimana saya menentukan pilihan sehingga saya membeli produk itu? biasanya saya menggunakan rumusan :
1. Brand suatu produk, berkualitas atau tidak
2. Membeli dengan harga Termurah
3. Ada layanan garansi/ purna jual

meskipun demikian, saya juga sering ‘klepek-klepek’ untuk menyerah jika di hadapkan pada sales yang pantang mundur untuk menawarkan produk, tentu denga gaya bahasa dan penampilan yang moncer. itulah rahasia saya sebagai customer. oh ya saya tambahkan biasanya saya membeli di tempat ORANG YANG SAYA KENAL dan lebih dekat, jujur saja, ada TRUST di sana jika saya harus MEMESAN produk. apakah anda juga demikian?

sekarang kita balik saja, sekarang kita yang jadi PENJUAL, bagaimana kita bisa menjadi Sales yang hebat dengan penjualan memuaskan?
Saya mencoba untuk mencermati faktor psikologis Customer, rujukannya adalah apa yang sering saya lakukan jika saya membeli-dan ini juga yang saya lakukan selama ini dalam berjualan.
1. Sya targetkan market saya adalah orang-orang terdekat saya. siapa dia? keluarga, teman, kenalan dll

2. Saya menawarkan Produk dengan variant yang bisa dipilih, dengan alternatif harga lebih MURAH

3. Pelayanan yang Kekeluargaan, artinya semua mekanisme bisa dibicarakan. purna jual saya garansi. bahkan pernah saya menggaransi 100% barang yang artinya saya harus belum UNTUNG.

selain 3 hal di atas, saya mencoba melakukannya dengan memaksimalkan potensi marketing tools, mulai dari proposal penawaran, brosur alias kertas sesobek yang berisi list produk dan harganya, dan seringkali saya gunakan SMS sebagai tegur sapa (alias promosi produk). ada hal-hal yang bisa dilakukan denga cara ber-IKLAN, tetapi selama ini saya baru 3 kali iklan di Koran, selebihnya Iklan saya taruh di tempat-tempat keramaian, seperti toko buku (sekarang kurang bagus space nya)
dan sekarang saya sedang mencobanya dengan souvenir. kalau anda berminat juga, bisa menghubugi 085727101233 dengan Nana. beliau menyediakan banyak souvenir murah mulai payung, tas, ballpoint, Mug dll. sudah ya .. itulah beberapa marketing yang saya lakukan, dan lumayan hasilnya. silakan anda mencobanya.


sekilas kata manajer mengisyaratkan akan sebuah kedudukan di sebuah perusahaan. tetapi manajer, siapapun itu, layak menjadi seorang manajer. pun demikian, karena setiap orang merupakan ‘bukan robot pasif’ yang senantiasa dituntut menjadi pimpinan dalam manajerial hidupnya. jadi siapakah manajer itu? tunjuk hidung ente …( he he he)

Terlepas dari definisi manajer di atas, secara substansial, saya sudah menyatakan bahwa anda juga termasuk sebagai manajer. lalu bagaimana menjadi manajer yang baik? sehingga kita tidak bisa melakukan pekerjaan kita, baik dengan team maupun sendirian tetap maksimal? jawabannya adalah tentu manajerial yang konsisten untuk selalu melakukan perbaikan kualitas. dan mungkin saja Anda jauh lebih mengerti tentang teori manajemen daripada saya. tetapi saya punya beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pembelajaran praktis,
1. Kita bukanlah superbody, yang dengan tangan kita semua serba menjadi…karena sejatinya kita adalah bagian dari mozaik system peradaban dunia ini. hanya saja kita perlu memastikan peran kita apa? manajer apakah ente? terimalah segala bentuk ‘antitesa’ sebagai bahan masukan dan perbaikan.
2. kita perlu mengetuk setiap pintu, meski tidak harus setiap hari. kalau anda seorang muslim, tentu tahu dong kapan harus bertamu dengan Allah, yups sekurang-kurangnya kita perlu bertamu selama 5 kali sehari. bagaimana dengan kita? untuk bisa membangun relasi dan network, tentu kita perlu ‘absen’, tetapi perlu kontinue melakukannya.
3. Sering-seringlah membuat catatan agar kita tahu sampai dimana peran kita? sudah semakin dekat atau malah semakin jauh apa yang menjadi tujuan kita? dan inilah mengapa Allah sendiri memberi ketetapan dengan satu sumpah atas nama pena …
4. balncing kan nilai-nilai kehidupan anda, dari nilai religi, nilai humanis, nilai business/ uang kekayaan anda. jika sudah demikian masih mahalkah sebuah sms tegur sapa? masih beratkah melangkahkan kaki untuk mengulurkan tangan? atau masih terlupa untuk menyelipkan sebuah senyuman manis terhadap saudara kita yang kita temui sepanjang hari?

barangkali tulisan ini tidak sepenuhnya memberikan tips bagaimana menjadi seorang manajer, tetapi saya hanya ingin memberikan makna lain dari sikap seorang manajer sukses ini. saya melihatnya, kita terlalu banyak jumawa jika kita sudah mendapatkan sesuatu, terlebih keberhasilan ‘team’ yang kadang kita akui sebagai keberhasilan diri sebab kita sedikit banyak terlibat di dalamnya. jika anda setuju, katakan karena Anda saya sekarang menjadi lebih baik, lebih mulia, lebih bermartabat, lebih pintar, lebih kaya, lebih berkelimpahan …

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 146 pengikut lainnya.